Lion Parcel Gandeng BNI Dan BRI Berdayakan BUMDes Menjadi Agen Pengiriman


BUMDes Jadi Agen Pengiriman Lion Parcel - Besarnya potensi ecommerce atau bisnis online di tanah air ternyata membawa tren baru dalam bisnis jasa pengiriman. Dalam beberapa tahun terakhir kita melihat banyaknya bermunculan perusahaan yang menyasar bisnis kurir dan logistik. Maka seperti yang dapat kita lihat saat ini, tingkat persaingan diantara pelaku jasa pengiriman ini pun kian sengit. Jasa kurir pun menjadi bisnis yang legit.

Lion Parcel Gandeng BNI Dan BRI Berdayakan BUMDes Menjadi Agen Pengiriman
Kerjasama Lion Parcel dan BNI mengajak  BUMDES binaan menjadi 
agen pengiriman Lion Parcel (via Tempo.co)

Yang menarik, dalam tahun-tahun terakhir ada beberapa perusahaan yang memiliki banyak cabang di daerah ikut bermain dalam bisnis pengiriman. Sebut saja Pertamina yang mendirikan Bright Package yang memanfaatkan jaringan SPBU atau Alfamart memanfaatkan jaringan toko ritelnya dengan mendirikan jasa pengiriman Alfatrex.

PT Nusantara Sakti Group yang merupakan dealer motor Honda dan multifinance pun tergoda melahirkan unit usaha baru, NSS Express yang sesuai dengan namanya, bergerak di bidang pengiriman paket.

Diluar itu, yang masih dalam tahap perencanaan, adalah WIKA dan Blue Bird yang bersiap meramaikan persaingan bisnis logistik. WIKA yang dikenal sebagai perusahaan yang bergerak dalam bisnis properti, melalui anak usahanya PT WIKA Realty mulai menggarap logistic-hub multimoda di kawasan aerocity, Bandara Kertajati di Majalengka, yang diharapkan akan menjadi pusat logistik baru di Indonesia. (sumber)

Perusahaan taksi Bluebird pun berancang-ancang masuk ke bisnis jasa kurir, menggandeng perusahaan e-commerce. (sumber) Mungkin semacam city courier, dimana taksi yang beroperasi juga berfungsi mengantarkan paket yang diambil dari marketplace seperti layanan Go-Send. 

Selain itu, ada tren lain yang tak kalah menarik, yaitu kolaborasi perusahaan jasa pengiriman dengan perusahaan lain yang memiliki banyak jaringan. Setelah Kioson dan Blibli mengajak PT Pos bersinergi, Lion Parcel pun menandatangani kerjasama dengan Fastpay, sebuah perusahaan PPOB dibawah PT Bima Sakti Multi Sinergi yang memiliki mitra lebih dari 93 ribu, sehingga memungkinkan agen Fastpay di seluruh Indonesia melayani pengiriman paket lewat Lion Parcel.

Tak sampai disini, Lion Parcel juga merangkul PT Pos dengan prinsip sharing economy, dimana PT Pos mendapat alokasi ruang kargo angkutan udara milik Lion Group yang mampu menjangkau hingga pelosok Kabupaten, sebaliknya Lion Parcel bisa memanfaatkan jaringan PT Pos yang belum tercover oleh Lion Parcel.

Jaringan minimarket ritel nasional Indomaret pun tak mau ketinggalan masuk dalam ceruk bisnis jasa ini. Jika Alfamart mendirikan anak usaha sendiri, Indomaret memilih bekerjasama dengan RPX melahirkan I-Paket. Baik Indomaret dan Alfamart sama-sama memanfaatkan jaringan tokonya yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi gerai penerimaan pengiriman paket.

Kerjasama Lion Parcel Dengan BNI Dan BRI


Yang terbaru, Lion Parcel sepertinya berambisi mempercepat dan memperluas jaringan keagenannya dengan menggandeng 2 bank BUMN, yaitu BRI dan BNI untuk memberdayakan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) menjadi point of sales atau agen pengiriman Lion Parcel.   

Menurut data sampai 2017 terdapat 22 ribu BUMDes di 74.910 desa se Indonesia. Lebih dari 50 Badan Usaha Milik Desa telah memiliki omzet di atas Rp500 juta per tahun, bahkan ada yang sudah mencapai diatas 10 miliar rupiah.(sumber)

Jelas ini potensi yang besar. Jumlah BUMDes akan terus bertambah sejalan dengan misi pemerintah untuk memberdayakan potensi setiap desa di Indonesia. Jika 50% saja dari jumlah BUMDes yang sudah ada saat ini siap menjadi agen pengiriman, maka dalam beberapa tahun ke depan jumlah agen Lion Parcel bertambah 11 ribu agen/BUMDes.

Sedangkan jaringan agen Lion Parcel sendiri pada 2017 mencapai 1.370 gerai berupa point of sales. Sebanyak 400 ada di pulau Sumatera, 500 di pulau Jawa , 200 di Kalimantan, 200 di Sulawesi, 30 di Maluku dan 40 di Papua (sumber).

Ditambah target 4 ribu agen dari 8 ribu jumlah gerai Fastpay di Pulau Jawa yang aktif dalam waktu 2 tahun, maka dalam beberapa tahun kedepan agen Lion Parcel bertambah secara signfikan mencapai lebih 15 ribu. Jika strategi kolaborasi ini tercapai, bukan tak tak mungkin Lion Parcel bisa menjadi perusahaan pengiriman dengan jumlah agen terbesar di Indonesia.

Ini sesuai dengan target pertumbuhan bisnis Lion Parcel sendiri. Dari rata-rata 100 ribu pengiriman setiap bulan pada 2016, menjadi 200 ribu pengiriman paket dan dokumen pada 2017 dan diharapkan tumbuh hingga 500%. Tidak bisa tidak, caranya dengan meningkatkan jaringan keagenan sebanyak mungkin.

Berkolaborasi dengan mitra strategis yang memiliki kekuatan jaringan di suatu wilayah tertentu menjadi jurus andalan Lion Parcel untuk meningkatkan percepatan pertumbuhan bisnis kurirnya. Mengingat untuk mengembangkan jaringan kemitraan sendiri, selain membutuhkan waktu lama juga memerlukan investasi yang tinggi.

Seperti kerjasama yang dilakukan dengan 2 bank BUM sekaligus, BRI dan BNI untuk mengajak BUMDes se Indonesia menjadi bagian dari jaringan nasional point of sales Lion Parcel. Kerjasama melalui dua bank tersebut dilakukan karena keduanya memiliki ribuan mitra binaan BUMDes yang tersebar di seluruh tanah air. 

BRI misalnya, bekerja sama dengan Lion Parcel sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kapasitas BUMDes binaannya dengan cara menjadikan BUMDes Binaan BRI sebagai Agen Lion Parcel.

Seperti dilansir dari Tribunnews, kesepakatan kerjasama ini dituangkan dalam MoU antara Direktur Hubungan Kelembagaan Bank BRI Sis Apik Wijayanto dengan Direktur Utama Lion Parcel Farian Kirana  disaksikan olehMenteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan TransmigrasiRI Eko Putro Sandjojo, Direktur Utama Bank BRI Suprajarto dan Direktur Utama Lion GroupEdward Sirait, di Gunung Kidul, Yogyakarta, Jumat (25/5/2018).

 
Kerjasama Lion Parcel dan BRI berdayakan BUMDes sebagai agen jasa pengiriman
Kerjasama Lion Parcel dan BRI memberdayakan BUMDes sebagai agen pengiriman barang 
dan dokumen (via Tribunnews.com)

Ditahap awal, Bank BRI mendorong 5 BUMDes binaan untukmenjadi Agen Percontohan Lion Parcel dengan memberikan sepeda motor, komputer dan printer untuk mempermudah menjalankan operasional sebagai Agen Lion Parcel.

Kelima BUMDes Binaan BRI yakni BUMDes Maju Mandiri Gunung Kidul, BUMDes Wiguna Utama Pemalang, BUMDes Jaya Sejahtera Tasikmalaya, BUMDes Sukadamai Sukabumi, dan BUMDes Bangkuyung Pandeglang.

Saat ini Bank BRI telah menjadikan sekitar 14.000 BUMDes sebagai mitra BRI, dimana 2.008 diantaranya juga menjadi agen keuangan lakupandai BRILink.

Ke depan, sinergi antara Bank BRI dan Lion Group akan berlanjut ke BUMDes lain, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata terutama bagi masyarakat pedesaan melalui BUMDes.

Sementara itu BNI yang sudah membina 3.978 BUMDes di seluruh Indonesia, sejak awal sudah berkomitmen untuk membantu pembentukan BUMDes dan menambah usaha rintisan atau unit usaha BUMDes binaan dalam berbagai bidang. Salah satu dengan dengan menggandeng Lion Parcel.


Menurut Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Susi Adi Sulistyowati, maraknya toko online melalui sosial media di Indonesia saat ini menjadi pertimbangan BNI melirik usaha kurir atau kargo sebagai usaha yang menjanjikan.

“Karena itu, kami menggandeng Lion Parcel.com dan mengajak BUMDes mitra binaan BNI untuk menjadi agen lion kargo,” ucapnya seperti dikutip dari Tempo.co.

Bentuk kerjasama antara Lion Parcel dengan BUMDes dengan memanfaatkan potensi masing-masing.

Secara teknis, BUMDes bertindak sebagai agen pengiriman yang menerima barang kiriman dari pengirim, diinput dalam sistem, dan selanjutnya BUMDes akan meneruskannya ke Sub Konsolidator – semacam sub-cabang – Lion Parcel di daerah tersebut.

Sebaliknya, untuk barang kiriman ke area yang belum ada jaringan milik Lion Parcel, maka Lion Parcel akan meneruskan kiriman paket tersebut melalui BUMDes, lalu BUMDes akan menyampaikan kepada si penerima.

Secara tidak langsung, skema kerjasama ini diharapkan akan meningkatkan kapasitas BUMDes yang terlibat.

Tren Ke Depan

Strategi Lion Parcel mengembangkan keagenan dengan menggandeng pihak lain yang memiliki jaringan kuat memang merupakan terobosan baru.

Kerjasama tersebut bersifat win-win solution yang menguntungkan kedua pihak. Lion Parcel mendapat penambahan jumlah agen secara cepat, mudah dan tanpa investasi mahal, karena jaringan yang akan menjadi point of sales tersebut sudah terverifikasi oleh perusahaan mitranya. Sebaliknya perusahaan mitra mendapat sumber penghasilan tambahan bagi jaringannya dari hasil pengiriman paket. 

Karena sifatnya saling menguntungkan kedua pihak, pola ini sangat mungkin akan diikuti oleh perusahaan jasa pengiriman lain, maupun perusahaan dalam bisnis apapun, seperti perbankan dan fintech yang memiliki jaringan kemitraan untuk berkolaborasi demi ikut mencicipi kue lezat yang bernama bisnis kurir.

Bagaimana menurut Anda?
Loading...

Labels: Bisnis Kurir

Thanks for reading Lion Parcel Gandeng BNI Dan BRI Berdayakan BUMDes Menjadi Agen Pengiriman. Please share this article.
ads

Share:

0 Komentar untuk "Lion Parcel Gandeng BNI Dan BRI Berdayakan BUMDes Menjadi Agen Pengiriman"

- Komentar diluar topik tidak akan ditampilkan.
- Komentar dengan identitas akan lebih dihargai.