-->

Terdampak Pandemi, Pria Malang ini Merintis Bisnis Kurir Ladub Tok, Ongkir Seikhlasnya


Ladub Tok, jasa kurir di Malang.
Dino Kristopacida, dari pandemi lahirlah Ladub Tok (Tubumalang.id)


Di tengah situasi pandemi banyak orang kehilangan pekerjaan. Ada yang bersikap pasrah, namun ada yang tidak mau menyerah. Tak jarang musibah justru memberi kesempatan orang-orang untuk memikirkan peluang kerja baru. Hal ini pula yang dialami Dino Kristopacida (42), pria asal Glintung, Kota Malang.

Awalnya Dino menjadi korban PHK lantaran kedai kopi tempatnya bekerja ditutup sementara. Sesuai kebijakan pemerintah, usaha FnB yang memiliki potensi kerumunan tinggi harus tutup sebagai antisipasi mencegah laju penyebaran virus yang merebak sejak Maret 2020 silam.

Padahal cafe tersebut satu-satunya sumber penghasilan utama Dino selama ini. Mencari peluang kerja di sektor lain juga tak memungkinkan, menyadari usianya yang sudah memasuki kepala empat. 



”Waktu tutup, saya dan karyawan lain ya otomatis nganggur. Saya ga punya pemasukan lain selain dari sana, meski masih dapet kompensasi meski tak banyak. Sementara, modal yang saya punya cuma tenaga dan sepeda motor ya akhirnya ngerintis jasa kurir ini,” kisahnya seperti dilansir dari laman Tugumalang.id, Senin (12/7/2021).

Dalam situasi galau tersebut ia melihat peluang. Menggandeng seorang rekan pekerja kreatif, Oky Wahyu Sempada (30), mereka berdua merintis jasa kurir lokalan. 

Bermodal aplikasi pesan singkat WhatsApp, mereka mendirikan “Ladub Tok” yang melayani jasa pengantaran barang khusus seputaran Malang Raya.

Nama Ladub Tok memang terkesan unik, tidak umum bahkan aneh, terutama bagi orang luar Malang.

Padahal, Ladub Tok merupakan istilah bahasa Malangan yang terkenal dengan kebiasaan membalik kata. Ladub jika dibalik menjadi “budal”, yang artinya berangkat. Sedangkan Tok adalah istilah adverbial dalam bahasa Jawa Timuran untuk penekanan sifat kata sebelumnya.

Secara singkat, Ladub Tok bisa diartikan “berangkat sudah” atau “berangkat saja” jika diterjemahkan dalam bahasa sehari-hari.

Ladub Tok Eksis Sejak Pandemi Merebak




Jasa kurir Ladub Tok ini dirintis Dino dan Okky sejak pertengahan Mei 2020, di saat korban terpapar virus dan kondisi Malang lagi genting-gentingnya.

Meski bersaing dengan start-up kompetitor lain yang tentunya lebih mapan, namun faktanya, usaha kreatif ini nyatanya masih terus berlanjut hingga sekarang.

Bahkan, keberadaan Ladub Tok ini berhasil menyelamatkan beberapa orang yang bernasib sama. Yaitu mereka yang terdampak pandemi COVID-19 seperti terkena kebijakan efisiensi karyawan, kehilangan banyak pelanggan, toko sepi dan lain-lain.

”Kini, kami sudah ada 3 orang kurir tetap dan 2 orang lainnya cadangan. Mereka semua rata-rata kena dampak pandemi. Ada yang kena cut perusahaan ada juga yang pengangguran,” jelas Okky.

Kurir Ladub Tok sedang bekerja (Tugumalang.id)


Perlahan tapi pasti, Ladub Tok mulai mendapat kepercayaan di mata pelanggan, bahkan sampai punya langganan setia. Terlebih, sejak dibantu seorang rekan yang mengurusi aspek manajerial, mulai dari customer service, desain hingga media sosial kreatif.

”Responnya bagus sejak kita punya akun di media sosial. Sebagai pertanggungjawaban dan jaminan pelayanan kami. Tentu berkat bantuan kawan kami Okky yang juga kebetulan pinter manajemen, mulai sistem orderan hingga sosial media. Sampai-sampai kadang kami kewalahan,” ungkapnya.

Beda dan unik dari kebanyakan perusahaan mapan, Ladub Tok menawarkan kompensasi jasa ongkir tanpa mematok tarif biaya tertentu. 

”Bayar seikhlasnya dan sepantasnya,” begitu jawab mereka saat ditanyai soal tarif oleh customer.

Dino mengaku sangat sadar bahwa rintisan usaha jasanya ini tidak terlahir dari perusahaan jasa kurir profesional. Usaha ini murni dibangun sebagai alternatif bertahan hidup sejak dihantam wabah pagebluk ini.

”Maka sudah sepantasnya jika kami juga gak matok nuntut tinggi soal biaya. Ini murni musibah bersama, kehendak Tuhan. Jadi ya ayo bangun dan bergerak bareng-bareng. Kuncinya hanya saling pengertian. Itu saja,” jelas pria berkacamata ini.


Baca Juga:


Sebab itu, ia tak lupa juga merekrut sejumlah rekan lain yang sama-sama terdampak untuk menambah tenaga kurir di Ladub Tok. 

”Karena rejeki gak bisa ditunggu. Saya percaya Tuhan bersama orang-orang yang ‘obah’ (berusaha),” pungkasnya.

Info Layanan Ladub Tok


Bagi warga Ngalam khususnya yang ingin memanfaatkan jasa kurir Ladub Tok bisa menghubungi nomor WhatsApp 0833 3434 1083.

Sesuai informasi yang terdapat di akun Instagramnya, jam operasional Ladub Tok dimulai pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Khusus hari Senin layanan kurir Ladub Tok libur.

Disebutkan juga untuk tujuan Malang kota, Ladub Tok mematok tarif flat, yaitu Rp 10 ribu.

Ladub Tok menjadi contoh nyata, selalu ada solusi bagi orang-orang yang mau berusaha. Dan jasa kurir, sekali lagi membuktikan sebagai bisnis yang mempunyai peluang terbuka yang bisa dimanfaatkan oleh siapa pun. Seperti jasa kurir Ladub Tok di kota Malang, Jawa Timur ini.
Loading...

Labels: Kurir, Kurir Kota

Thanks for reading Terdampak Pandemi, Pria Malang ini Merintis Bisnis Kurir Ladub Tok, Ongkir Seikhlasnya. Please share this article.

Share:

0 Komentar untuk "Terdampak Pandemi, Pria Malang ini Merintis Bisnis Kurir Ladub Tok, Ongkir Seikhlasnya"

- Komentar diluar topik tidak akan ditampilkan.
- Komentar dengan identitas akan lebih dihargai.