Singapura Punya Jasa Pengiriman Makanan Secara Halal, Indonesia Bagaimana?


Jasa pengiriman makanan sudah menjadi keseharian masyarakat Indonesia. Berkembangnya layanan pesan antar makanan secara online mendorong tingginya permintaan. Faktor kemudahan dan kepraktisan menjadi pertimbangan seseorang memilih memesan makanan lewat aplikasi.
cara pengiriman makanan secara halal.
Seorang kurir Develiro sedang bekerja (via Islampos.com)

Jika awalnya permintaan akan jasa ini banyak didominasi warga perkotaan, sekarang ini sudah menyebar luas ke daerah. Dengan makin luasnya penggunaan ponsel, pesan makanan lewat online sudah makin jamak dilakukan di dimanapun.

Sebagai gambaran, GO-FOOD, layanan pesan antar makanan yang merupakan bagian dari ekosistem GOJEK, sepanjang 2018 mengantarkan pesanan hingga mencapai 500 juta makanan dan minuman.

Padahal tahun 2017, pihak Go-Jek mengklaim transaksi harian Go Food saat ini sudah melebihi total 4 perusahaan besar food delivery di India yang jumlah penduduknya 1,3 miliar. Dan hampir setara dengan jumlah pemesanan makanan harian secara online di China.

Berbagai jenis makanan dan minuman dengan mudah dipesan lewat ponsel. Tak heran potensi besar tersebut mendorong merchant kuliner dari kelas restoran mewah hingga kaki lima bergabung menjadi rekanan Go-Jek dalam platform Go-Food.

Fakta tersebut menjelaskan betapa orang Indonesia suka makan dan mencoba pengalaman berbeda dari berbagai jenis makanan. Kondisi ini membuat keberadaan layanan pesan antar sangat diminati.

Menurut data Go-Jek, dari sekian banyak jenis makanan yang dijual lewat online, lima menu teratas yang paling banyak dipesan masyarakat adalah menu ayam, nasi, mie, gorengan, dan martabak. Artinya, itulah menu favorit masyarakat kita.

Diluar lima besar itu, tentu terdapat daftar yang sangat panjang aneka makanan-minuman lain yang pernah dipesan konsumen. 

Dibalik larisnya layanan pesan-antar makanan lewat aplikasi, ada hal yang sejauh ini seperti luput dari perhatian. Yaitu soal kehalalan dalam proses pengantaran (khususnya) makanan. Ini menjadi penting mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim dan pemesanan makanan bisa dilakukan pada jenis makanan yang halal maupun non-halal.

Sejauh ini tidak pernah diberitakan tentang pembedaan perlakuan pengiriman antara makanan halal dan non-halal. Termasuk bagaimana kebijakan untuk merchant yang menjual baik menu makanan halal sekaligus non-halal. 

Padahal negara tetangga kita Singapore, yang penduduk muslimnya lebih sedikit, kesadaran akan aspek kehalalan dalam sebuah makanan yang menjadi tuntutan pelanggan muslim, malah sudah dilakukan.

Dilansir dari situs Islampos.com, aplikasi jasa pengantar makanan populer Singapura dilaporkan telah berinovasi untuk melayani kebutuhan pelanggan Muslim. Perusahaan jasa ini memberikan layanan untuk menjaga ‘pesanan halal’ yang terpisah dari ‘makanan non-halal’ dengan menggunakan tas khusus selama pengiriman.

Baca Juga:



“Langkah ini baik sebagai tanggapan terhadap umpan balik dari pelanggan dan mitra restoran, serta rencana strategis untuk memanfaatkan banyak restoran halal di Singapura. Sehingga kami dapat menawarkan berbagai pilihan yang lebih besar kepada pelanggan kami,” kata Siddharth Shanker, manajer umum Deliveroo Singapore, salah satu jasa pengiriman makanan.

Layanan pengiriman online Deliveroo pada tahun 2018 memiliki 171 mitra restoran bersertifikat halal di platformnya, dari total hampir 4.000 restoran.

“Kami telah mengambil tas ini dari pemasok pihak ketiga yang memastikan bahwa mereka kokoh dan dapat mencegah kebocoran atau kontaminasi potensial dari makanan lain,” kata Shanker.

“Semua pengendara kami telah diberitahu secara menyeluruh untuk menggunakan tas halal ketika ditugaskan untuk memesan dari restoran bersertifikat halal. Di atas tas halal saja, pesanannya dikemas secara individual oleh restoran, yang menambahkan lapisan perlindungan tambahan,” tutur Shanker. 

Dalam menjalankan bisnis pengantarannya, Deliveroo akan memisahkan makanan halal dengan non halal dengan tas yang berbeda.

Sementara itu Grab yang merupakan pesaing Deliveroo, juga menerapkan cara pemisahan tas untuk makanan halal dan non halal. Grab telab merilis layanan ini di Singapura dan Malaysia pada Mei 2018.

“ Di Malaysia, kamu akan melihat kategori halal yang berisi restoram halal. Mitra kami juga menggunakan tas yang berbeda untuk makanan halal dan tidak halal,” kata juru bicara perusahaan seperti dikutip dari Dream.co.id.

Masih ada Foodpanda, layanan pengiriman makanan lainnya, juga telah memisahkan makanan halal dan tidak halal dalam pengiriman. Foodpanda juga telah bekerja sama dengan 800 restoran halal di Singapura.

“ Kami secara konstan telah meningkatkan jumlah pilihan halal yang tersedia di platform kami untuk menyediakan makanan yang disukai. Kami juga belum lama menambah KFC,” kata Managing Director Foodpanda, Luc Andreani.

Restoran halal seperti Bismillah Biryani, mengharapkan layanan antar makanan secara halal, akan meningkatkan pesanan makanan secara online.

“ Kami melihat layanan ini bisa menambah ketenangan pikiran masyarakat Muslim yang peduli terhadap proses pengiriman dan pengemasan makanan,” kata Direktur Bismillah Biryani, Zara Salahuddin.

Zara mengatakan layanan antar ini bisa mengantisipasi permintaan konsumen yang sewaktu-waktu menginginkan pemisahan makanan halal dan non halal ketika pengiriman makanan. “ Jadi, kami percaya inisiatif ini bisa menarik konsumen Muslim lebih banyak,” kata dia.

Tak hanya di negara asia Tenggara, di Inggris yang jelas mayoritas warganya non-Muslim, kesadaran tentang aspek pengiriman sudah ditunjukkan lewat layanan pesan-antar makanan, Halal Eats, yang ditujukan bagi komunitas Muslim di London.

Halal Eats menawarkan pada pelanggannya suatu jaminan bahwa setiap makanan yang mereka terima terjamin kehalalannya. Pelanggan Halal Eats bisa memilih kategori restoran yang spesifik, yang terjamin halal oleh Badan Sertifikasi Halal Inggris dan sudah melalui proses verifikasi Halal Eats.

Bagaimana dengan Indonesia?

Loading...

Labels: Jasa Pengiriman, Kurir

Thanks for reading Singapura Punya Jasa Pengiriman Makanan Secara Halal, Indonesia Bagaimana?. Please share this article.

Share:

0 Komentar untuk "Singapura Punya Jasa Pengiriman Makanan Secara Halal, Indonesia Bagaimana?"

- Komentar diluar topik tidak akan ditampilkan.
- Komentar dengan identitas akan lebih dihargai.