Tokopedia Melarang Internal Dropshipper, Ini Penjelasannya


Bagi pelaku bisnis online shop dropship, marketplace merupakan ladang pencaharian yang subur. Di satu sisi, marketplace menjadi referensi pencarian aneka barang yang sedang banyak dicari konsumen. Disisi lain, marketplace juga menjadi tempat yang nyaman bagi dropshiper untuk berjualan.

internal dropship Tokopedia dilarang.
Ketentuan baru internal dropship Tokopedia.

Ini salah satu alasan mengapa marketplace adalah tempat yang menarik untuk dropshipper, selain menjadi surga bagi pembeli online tentunya. Dengan menjadi dropshipper (sebutan bagi orang yang menjalankan bisnis secara dropship), seseorang bisa membuka toko online dan berjualan tanpa harus memiliki produknya. 

Tugasnya hanya mencari produk dari suplier yang memiliki stok barang riil (distributor, produsen, atau bahkan reseller besar) di marketplace tersebut, lalu memposting foto-foto produk (tinggal copy paste saja) tersebut di lapak dagangannya.

Jika ada penjualan, ia tinggal memesan dan membayar pada sang suplier (pemilik barang) untuk dikirimkan ke alamat si pembeli. 

Internal VS Eksternal Dropship


Bisa dikatakan, semua marketplace menjadi tempat bagi dropshipper, entah sebagai sumber barang, tempat berjualan atau keduanya sekaligus.

Dropshiper bisa mendapatkan barang dari suplier di marketplace A dan dibeli oleh pembeli yang belanja di marketplace A. Ini bisa disebut sebagai Internal Dropship.

Atau barang dari marketplace A, tapi dibeli oleh pembeli yang belanja di marketplace B dan sebaliknya. Ini disebut sebagai Eksternal Dropship.

Tokopedia Melarang Internal Dropship




Belum lama ini, Tokopedia sebagai salah satu marketplace terbesar di Indonesia, mengubah kebijakan mereka tentang dropship. Pengumumannya sudah lebih awal, namun dilaksanakan per tanggal 5 November 2018, Tokopedia tidak lagi memperbolehkan alias melarang internal dropshipper.

Tokopedia tetap memberi kesempatan dropshipper berjualan di Tokopedia dengan memanfaatkan sistem dropship. Tapi sistem dropship yang diperbolehkan adalah dropshipper melakukan pembelian barang di Toko lain (selain Tokopedia) dan pengirimannya dilakukan mengunakan nama toko dropshiper. Atau dengan kata lain Eksternal Dropship.

Jadi Tokopedia melarang internal dropship dan tetap mengijinkan eksternal dropship.

Lalu, apa perbedaan antara Internal Dropshipper dan External Dropshipper versi Tokopedia

Internal Dropshipping adalah transaksi dimana seorang penjual di Tokopedia membeli produk dari sesama penjual di Tokopedia dan menjualnya kembali ke pembeli berberlanja di Tokopedia.

Penjual yang melakukan Internal Dropshipping disebut sebagai Internal Dropshipper. Ini yang dilarang, lihat skema internal dropshipper berikut ini.

Internal dropship Tokopedia dilarang.
Internal dropshipping versi Tokopedia

Lalu bagaimana dengan Ekternal Dropship? Tokopedia memberikan dua contoh berikut.

External Dropshipping adalah transaksi dimana pembeli di Tokopedia membeli produk dari penjual di Tokopedia dan menjual ke pembeli lain di luar Tokopedia (mengklik untuk mengirim sebagai Dropshipper pada halaman checkout).

Disini si penjual di Tokopedia membelikan barang yang dibeli si pembeli pada penjual/pedagang lain diluar Tokopedia, dan meminta agar barang dikirim atas namanya (dropshipper) ke alamat si pembeli yang belanja di lapaknya di Tokopedia.

Sehingga saat si pembeli melakukan cek resi di web jasa pengiriman yang digunakan, maka yang muncul adalah namanya sebagai pembeli dan nama si penjual Tokopedia sebagai pengirim. Walaupun sebenarnya barang tersebut berasal dari penjual lain diluar Tokopedia yang dikirim mengatasnamakan toko penjual di Tokopedia itu.

Internal dropship dilarang, tapi eksternal dropship Tokopedia diperbolehkan.
Skema 1 eksternal dropshipping versi Tokopedia.

Contoh lain eksternal Dropship yang diperbolehkan Tokopedia.

Seorang Penjual di Tokopedia membeli produk dari penjual lain yang berjualan di luar Tokopedia dan menjualnya kembali ke pembeli di Tokopedia. Orang yang melakukan External Dropshipping disebut sebagai External Dropshipper.


Baca Juga:


Misalnya kamu sebagai pelapak di Tokopedia, ada pembeli yang membeli barang di toko kamu, dan kebetulan barang tersebut stoknya habis. Lalu kamu berinisiatif mencari barang sejenis di marketplace lain (bukan Tokopedia), dan kamu minta agar barang tersebut dikirimkan ke alamat si pembeli yang belanja di lapakmu tadi. Selanjutnya kamu menginput resi yang kamu terima dari pembeli dari marketplace lain ketika melakukan pengiriman barang

Ini yang oleh Tokopedia disebut sebagai Eksternal Dropshipping yang diperbolehkan. Sudah jelas ya, perbedaan antara internal dropshipper dan external dropshipper oleh Tokopedia.

Skema 2 eksternal dropshipping versi Tokopedia

Mengapa Internal Dropshipping Dilarang di Tokopedia


Ini tampaknya sebagai upaya Tokopedia untuk menutup celah di sistemnya agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak yang "nakal" untuk menipu pembeli di Tokopedia. Katakanlah ini salah satu cara Tokopedia melindungi konsumennya dari kemungkinan terjadinya praktik penipuan. 

Lalu bagaimana sistem Tokopedia memastikan pelaku internal dropshipping tidak bisa menjalankan bisnisnya?

Gambaran pelaksanaan larangan internal dropship Tokopedia begini.

Katakanlah kamu seorang pebisnis dropship di Tokopedia. Ada seorang konsumen (sebut saja X) yang membeli barang dari kamu, sebut saja sebuah kaos. Lalu kamu meneruskan orderan kaos tersebut kepada supplier (penjual yang memiliki stok kaos yang dipesan pembeli X) yang juga punya lapak/toko di Tokopedia.



Kamu pesan kaos pada supplier tadi dengan status sebagai dropshipper. Berikutnya, si supplier mengirimkan kaos pesananmu ke X (dengan nama dan alamat dia) tapi pengirimnya atas nama toko kamu (sebagai dropshipper) dan memasukkan nomor resi pengiriman (misal : ABC123) sebagai tanda barang telah dikirim.

Setelah supplier mengirim kaos ke X, maka giliran kamu sebagai penjual dropshipper menginput nomor resi yang kamu terima dari supplier kaos ke transaksi yang dilakukan konsumen X yang belanja di lapakmu, sebagai konfirmasi bahwa barang pesanan X sudah dikirim.

Apa yang terjadi? Resi ABC123 yang kamu input akan ditolak oleh sistem Tokopedia. Sistem Tokopedia mendeteksi adanya internal dropshipping, karena terjadi input nomor resi yang sama dua kali.

Penjual yang menginput nomor resi yang telah diinput oleh penjual lain akan mendapat keterangan:

"Tokopedia tidak memperbolehkan internal dropshipper. Dropshipping hanya bisa dilakukan ke pembeli di luar Tokopedia atau dari penjual di luar Tokopedia."

Sistem Tokopedia yang mendeteksi telah terjadi internal dropshipping, maka selanjutnya dana akan dikembalikan ke pembeli X. Dan kamu sebagai pelaku internal dropshipping Tokopedia sepenuhnya menanggung kerugian atas transaksi tersebut.

Kamu rugi atas pembelian kaos berikut ongkir pada supplier, sedangkan pembeli X diuntungkan. Dia dapat kaos gratis dari supplier dan dana transaksi kaos dengan kamu dikembalikan utuh oleh Tokopedia ke akunnya.

Jalan Keluar Bagi Dropshipper


Dengan memahami kerugian melakukan larangan internal dropshipping Tokopedia ini, tentunya membuat para dropshipper berpikir seribu kali untuk nekad melanggarnya. Dan larangan bermain dropship secara internal ini tentunya mengancam nasib dropshipper yang selama ini menggantungkan nasibnya hanya di satu marketplace, mengingat Tokopedia merupakan pasar yang sangat besar.

Namun bukan berarti peluang bagi dropshipper sudah tertutup. Internal dropship memang dilarang oleh Tokopedia, namun masih banyak pasar lain yang masih terbuka. Marketplace bukan satu-satunya lahan berjualan bagi dropshipper. Masih banyak pasar potensial lain untuk berjualan, seperti sosmed dan aplikasi chatting.

Memang masih banyak marketplace lain yang belum membuat larangan internal dropshipping, namun harus diakui ada kecenderungan dari marketplace untuk membatasi praktik dropshipping.


Selain Tokopedia yang sudah melarang internal dropshipper, marketplace lain seperti Bukalapak melakukan dengan cara tak langsung, yaitu membatasi waktu pengiriman barang, maksimal 2 hari setelah order. Ini juga sudah dilakukan oleh Tokopedia dan mungkin juga diikuti oleh yang lain.

Pembatasan waktu kirim barang bisa diartikan sebagai cara halus menggusur potensi dropshipping di internal marketplace. Artinya hanya pelapak yang benar-benar memiliki stok barang yang memiliki peluang lebih besar terjual barangnya.

Ingat, masih ada tombol pembatalan transaksi oleh pembeli selama seller belum menekan tombol menerima orderan atau barang belum dikirim. Seorang dropshipper yang memang tidak memiliki barang sendiri tentu saja tidak bisa cepat untuk bisa menerima order yang masuk. Dia harus memastikan dulu barang yang dipesan pembeli, tersedia di pihak supplier yang bekerjasama dengannya.

Para pakar internet marketing sering mengingatkan, dropshipper jangan bermain di marketplace.

Pendiri bisnis Dropshipaja.com, Rico Huang, misalnya selalu menyarankan agar dropshipper menghindari berjualan di marketplace. Baginya, marketplace itu ibarat sebuah kolam. Ketika suatu saat kolam ditutup Anda akan kebingungan mencari ikan-ikan Anda. Solusi terbaik menurutnya adalah membuat kolam sendiri.

Pelajaran yang bisa diambil dari larangan internal dropshipping di Tokopedia, seharusnya makin menyadarkan para dropshipper, jangan bergantung pada marketplace, inilah waktunya untuk membangun kolam sendiri.

Mungkin saran yang lebih bijak, carilah supplier di marketplace, tapi juallah di kolam yang lain.

Setuju, dropshipper?
Loading...

Labels: Bisnis Online, Dropship, Marketplace, Tokopedia

Thanks for reading Tokopedia Melarang Internal Dropshipper, Ini Penjelasannya. Please share this article.

Share:

0 Komentar untuk "Tokopedia Melarang Internal Dropshipper, Ini Penjelasannya"

- Komentar diluar topik tidak akan ditampilkan.
- Komentar dengan identitas akan lebih dihargai.