Moliku, Motor Kurir Bertenaga Listrik Pertama Di Indonesia


Moliku Motor Listrik Untuk Kurir - Sepeda motor sebagai alat transportasi para kurir untuk mengantarkan paket sudah biasa. Tapi mayoritas menggunakan sepeda motor konvensional yang berbahan bakar bensin yang tidak ramah lingkungan. Sebagai gantinya, sudah ada Moliku, motor kurir bertenaga listrik. Selain tidak menimbulkan polusi, yang penting motor listrik ini hasil karya anak bangsa yang didedikasikan sebagai sarana pengantar barang alias motor kurir.

Moliku, Motor Kurir Bertenaga Listrik Pertama Di Indonesia
Prototipe Moliku, motor kurir listrik pertama di Indonesia (via Inikata.com)
Memang Moliku bukan motor listrik pertama di Indonesia. Sebelumnya sudah ada Gesits (Garansindo Electric Scooter ITS), motor listrik karya ITS Surabaya, yang diklaim sebagai motor listrik pertama buatan Indonesia.

Gesits adalah prototipe motor matik yang bertenaga listrik, berbeda dengan motor listrik Moliku yang secara khusus dirancang untuk kurir, sehingga dapat dikatakan Moliku merupakan motor kurir pertama di Indonesia yang menggunakan tenaga listrik. 

Perbedaan lain dari sumber daya listriknya. Jika Gesits mengandalkan baterai tipe Li-Ion berkapasitas 5 ribu WH yang dapat diisi ulang dalam waktu 3-4 jam dan dapat ditukar atau diganti baterai baru jika sudah rusak, maka sumber listrik Moliku langsung berasal dari sinar matahari.

Moliku berasal dari akronim Motor Listrik Kalla-Unhas, nama ini diberikan sesuai dengan kontribusi dari mitra yang terlibat, yaitu Unhas (Universitas Hasanudin) sebagai inventor dan PT Bukaka Inti Karsa (Kalla Grup) yang membuat suku cadangnya. Peluncuran produksi Moliku ini dilakukan di Gedung Fakultas Teknik, Unhas, Gowa, Kamis (5/4/2018).



Moliku dirancang oleh Dr. Rafiuddin Syam, seorang dosen Fakultas Teknik Unhas bersama mahasiswanya. Untuk mewujudkan motor listrik Moliku, dibutuhkan waktu dua minggu proses pengerjaannya. Rangka Moliku dibuat di Unhas sedangkan sparepart dari PT Bukaka Teknik Utama.

Dana pembuatan untuk prototipe mencapai Rp 20 juta, namun harga penjualan hanya Rp 7 juta. Tentu saja sangat terjangkau.

Latar Belakang Moliku

Sejak awal mobil listrik ini memang dibuat untuk fungsi kurir. Diciptakannya Moliku ini berawal atas pemikiran akan meningkatnya jasa transportasi kurir terutama dalam hal pembelian barang.

Di mata Rafiuddin peningkatan jumlah kurir online yang menggunakan mesin tak ramah lingkungan untuk mengakomodir gaya hidup praktis masyarakat bisa  menjadi bumerang jika tidak disediakan alternatif moda transportasi yang ramah lingkungan dan hemat energi.

Moliku yang direncanakan melalui program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) ini diharapkan mampu menjadi start up lokal untuk produk inovasi teknologi untuk menyongsong peluang bisnis jasa pengantaran yang terus berkembang seiring dengan terus meningkatnya bisnis e-commerce dan transportasi online di Indonesia.

Sebagai contoh, Makassar sebagai salah satu kota besar di Indonesia memiliki cukup banyak gerai untuk kurir. Belum lagi banyaknya perusahaan delivery restaurant seperti Pizza Hut, dan KFC.

Pada tahun 2016 pasar jasa kurir berbasis online sebagai pengguna potensial produk Moliku diperkirakan mencapai 30-40 persen.

Terdapat 35.000 gerai penitipan barang diseluruh Indonesia yang membutuhkan kendaraan dengan mobilitas tinggi.

Dengan terus meningkatnya bisnis e-commerce di Indonesia diperediksikan kebutuhan akan produk untuk jasa transportasi kurir akan terus meningkat dikisaran 50% ditahun 2018-2020, jelas Rafiuddin seperti dikutip dari laman Inikata.com (14/4/2018).

Jika saja diestimasikan 10 persen dari permintaan tersebut disuplai dengan jenis transportasi motor listrik maka ini adalah lahan yang besar untuk dimanfaatkan.

Semakin Macet, Semakin Bertenaga

Sumber tenaga listrik Moliku berasal dari baterai. Inovasi yang diterapkan adalah mengambil sumber energi untuk baterai berasal dari energi matahari. Karena itulah desain motor kurir Moliku dilengkapi dengan panel surya untuk menangkap energi listrik di bagian belakang.

Tentu saja karena sumber listrik dari matahari yang muncul saat siang hari, pada saat sepeda motor listrik ini terjebak kemacetan ketika beroperasi, pada saat itulah energi listriknya akan terisi dari cahaya matahari. Maka Rafiuddin pun berkelakar bahwa Moliku, “semakin macet, semakin bertenaga.” 

Sel surya fleksibel akan digunakan sebagai “tudung” pelindung cuaca dan penghasil energi listrik untuk menyuplai kebutuhan listrik motor itu sendiri. 

Motor hibrid listrik Moliku menggunakan PV Type flexible solar panel 150 wattpeak. Konstruksi Moliku yang fleksibel ini diharapkan mampu memaksimalkan fungsi tudung dalam sisi aerodinamisnya dan mampu memaksimalkan peyerapan cahaya pada sel suryanya.

Saat mesin dihidupkan tidak ada suara yang terdengar alias tanpa suara. Dengan demikian tidak menimbulkan polusi atau kebisingan di jalan. 

Selain energi matahari, sumber energi hibrid dari PLN. Hanya dengan sedikit pengisian baterainya langsung bisa digunakan. Jika dipakai siang hari akan mendapat tambahan daya listrik dari panel surya. Diperkirakan sekali charge bisa menempuh jarak 90-100 Km/jam dan kapasitas sampai 100 kg.

Tahap Selanjutnya, Produksi Massal



Prototype Moliku yang dihasilkan Unhas ini selanjutnya diperlihatkan kepada publik dan diuji coba. Direncanakan pada awal Mei 2018, Moliku akan menjajal jalur Pantai Utara Pulau Jawa sampai ke Jakarta. 

Diperkirakan, tepat pada 2 Mei 2018 mendatang, mengambil momentum hari pendidikan nasional untuk menunjukkan hasil inovasi pendidikan, motor listrik ini akan tiba dan diterima di Istana Wakil Presiden Republik Indonesia. 
Launching Moliku, motor kurir listrik pertama di Indonesia.
Rektor Unhas Prof Dwia didampingi Inovator, Rafiuddin Syam (jaket merah) mencoba motor listrik saat launching percobaan produksi di Kampus Fakultas Teknik Unhas (via Makassar.Tribunnews.com)
Rektor Unas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, ingin agar produk ini tidak berhenti pada prototype saja, sebagaimana kebanyakan produk hasil riset. Ia berharap motor listrik ini bisa mendapatkan izin operasional dan kelayakan dari pemerintah setelah diproduksi.

Apalagi kabarnya sudah ada dukungan dari marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia dan Blibli.

Rafiuddin berharap untuk tahap awal Moliku akan dilakukan produksi massal sebanyak 30 ribu unit untuk mengakomodasi kebutuhan kendaraan kurir di Indonesia. Kita tunggu saja bagaimana realisasinya nanti.

Bagaimana, tertarik dengan Moliku, motor kurir listrik yang didesain untuk pengantaran barang ini?
loading...

- Komentar diluar topik tidak akan ditampilkan.
- Komentar dengan identitas akan lebih dihargai.

Back To Top