Mengenal Mohammad Feriadi, Bos Baru JNE


Ini cerita tentang perjalanan karir Mohammad Feriadi, penerus tahta perusahaan kurir terpopuler di Indonesia saat ini, JNE. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari perjuangannya mengembangkan JNE hingga mencapai posisi yang sekarang.
Perjalanan Mohammad Feriadi mengembangkan JNE.
Mohmmad Feriadi (sumber : Kontan.co.id)
Berstatus sebagai anak dari Soeprapto Soeparno yang notabene pendiri PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Mohammad Feriadi resmi meneruskan tongkat kepemimpinan sang ayah setelah resmi diangkat menjadi presiden direktur JNE mulai tahun 2015.

Keberhasilan pria yang akrab disapa Feri ini duduk di singgasana kepemimpinan JNE bukan karena dia adalah putera mahkota dari pemilik perusahaan, melainkan lebih karena kontribusinya terhadap perusahaan selama hampir 20 tahun.

Pengalaman merintis karier dari bawah di perusahaan milik keluarganya membuat Feri telah menyatu dengan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengiriman logistik ini.
Pria kelahiran 3 Februari 1969 ini memang menghabiskan seluruh karier profesionalnya di JNE sejak 1996 hingga saat ini.

Saat ditemui beberapa waktu lalu, Feri mengaku sudah mengenal bisnis jasa ekspedisi ini sejak kecil. Maklum, sebelum JNE berdiri pada tahun 1990, orangtua Feri sudah merintis usaha jasa pengiriman terlebih dahulu pada tahun 1970 dengan nama PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI). Alhasil, nama TIKI sering terdengar di telinga Feri kecil.

Tak hanya sebatas mendengar, Feri sesekali melihat aktivitas bisnis orangtuanya yang ketika itu masih menghuni kantor di kawasan Jalan S. Parman yang saat ini telah menjadi Hotel Menara Peninsula Slipi. Dari situ, dia mengaku tertarik dengan bisnis yang dijalankan sang ayah dan bertekad untuk ikut bergabung membesarkan usaha ini suatu hari nanti.

Feri bercerita bahwa saat kecil dia bukan termasuk anak yang menonjol di sekolah. Menurutnya, nilai rapor yang diraihnya masuk kategori rata-rata kelas, Meski begitu, Feri mengaku sangat bersyukur karena sejak kecil dibekali pendidikan yang seimbang antara pendidikan umum dan agama.

Minat terhadap pendidikan agama ini terlihat ketika Feri masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Al-Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lulus dari Al-Azhar, Feri lanjut untuk menempuh jenjang perguruan tinggi dengan masuk jurusan Ilmu Administrasi di Universitas Krisnadwipayana Jakarta dan lulus di tahun 1993.

Minat belajar yang tinggi membuat Feri langsung meneruskan pendidikan ke jenjang berikutnya. Dia pun memilih Okhlahoma University di Amerika Serikat (AS) untuk memburu gelar Master Business Administration (MBA) bidang Marketing dan akhirnya lulus tahun 1995.

Meski sudah lulus, tapi Feri tak langsung pulang ke tanah air. Dia mengaku terpaksa harus menetap di Amerika Serikat untuk menunggu kelahiran anak pertamanya. Barulah kemudian tahun 1996, Feri pulang ke tanah air dan langsung bergabung ke perusahaan milik sang ayah yang telah bermetamorfosa menjadi JNE. "Saya menjabat di posisi business development saat pertama kali bergabung," ujarnya.

Feri mengatakan status sebagai anak pendiri perusahaan tak membuatnya mendapatkan pekerjaan yang lebih ringan ketimbang yang lain. Dia bilang, jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan belum terlalu banyak, sehingga dia dituntut bekerja multitasking alias mengerjakan berbagai tugas dalam waktu bersamaan.

Tugas pertama Feri di JNE adalah pengembangan bisnis dengan cara membuka jaringan domestik di berbagai wilayah Indonesia. Dia bilang, berbagai peran dilakoninya termasuk menjadi customer service dan sales executive.

Feri bilang target awal JNE saat itu adalah mengembangkan jaringan di kota besar seperti Bandung, Semarang, dan Surabaya. Sebab, meski saat itu sudah memasuki tahun keenam, JNE masih memiliki armada yang terbatas. Namun, Feri tak patah arang dan optimistis menatap masa depan bisnis perusahaan.
Setelah 25 tahun berdiri, pada tahun 2015, JNE telah menjadi perusahaan besar dengan 5.000 jaringan dari Sabang hingga Merauke dan mampu menyerap 13.000 pekerja.
Sebagai business development, Feri memiliki andil besar dalam perkembangan bisnis JNE dalam 20 tahun terakhir. Dia mengaku bersama dengan tim kerja yang super turun langsung ke berbagai daerah untuk membuka cabang dan jaringan usaha baru diberbagai kota di Indonesia.

Meski begitu, Feri mengaku merintis bisnis jasa pengiriman di Indonesia bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, selain banyak regulasi dari pemerintah yang sering berubah, dia bilang, kinerja JNE sering terhambat dengan infrastruktur yang belum maksimal.

Feri bilang, kendala infrastruktur ini sering dihadapi JNE ketika melakukan pengiriman barang milik masyarakat, terutama jika menuju wilayah yang sulit dijangkau. Selain itu, kondisi lalu lintas yang padat di berbagai kota besar membuat kemacetan tak terelakkan lagi. Hal ini yang sering menjadi kendala bagi JNE.

Kendati begitu, Feri terus melangkah bersama tim yang dipimpinnya sehingga jaringan JNE semakin meluas dari tahun ke tahun. Pertambahan jumlah jaringan JNE berbanding lurus dengan karier Feri di JNE. Dia pun diangkat menjadi direktur pemasaran dan berhasil mencapai puncak karier di tahun ini sebagai presiden direktur JNE.

BERAMBISI MEMBAWA JNE BERKIPRAH KE LUAR NEGERI
Menjadi nakhoda perusahaan jasa pengiriman ekspedisi di tahun 2015 tidaklah mudah bagi Mohammad Feriadi. Feri bilang, meski peluang pasarnya cukup besar, tapi persaingan bisnis ini semakin ketat. Namun, dia mengaku tak khawatir menatap perkembangan bisnis JNE ke depan.
Menurutnya, JNE memiliki filosofi yang dikembangkan sejak dulu yakni connecting happiness, yakni berusaha menjadi perusahaan yang menghubungkan kebahagiaan dari satu pihak ke pihak lain. "Setiap kiriman bagi kami adalah suatu amanah besar yang harus dijaga dan disampaikan hingga ke tempat tujuan," ucapnya.

Feri bilang sebagai bos perusahaan jasa pengiriman, dia cukup menikmati karena bisa berinteraksi dengan banyak orang mulai dari karyawan hingga pelanggan ketika sedang melakukan kunjungan ke berbagai daerah.

Namun, dia mengaku masih ada saja pelanggan JNE memberi kritik atau teguran kepada perusahaan terkait berbagai hal, mulai dari pengiriman yang terlambat, barang yang rusak atau hilang.
Situasi ini akan selalu jadi bahan evaluasinya dan akan terus diperbaiki. Dengan terus berpegang pada filosofi ini, Feri berharap bisa membawa JNE lebih baik dari pemimpin terdahulu.

Feri bilang, JNE ke depan akan membuat pengiriman yang lebih efisien. Dan salah satu gebrakan yang coba dilakukan perusahaan adalah dengan mengoptimalkan kendaraan motor ketimbang mobil serta memanfaatkan jasa kereta api dan pesawat udara untuk pengiriman jarak jauh.

Sebagai perusahaan yang telah lama bergelut dalam bisnis jasa pengiriman, JNE dituntut untuk terus berpikir untuk menghadirkan solusi dan inovasi baru agar mampu menghadirkan pengiriman yang efisien tanpa perusahaan harus jor-joran dari sisi pengeluaran biaya operasional pengiriman.

Feri berambisi JNE mampu menjadi tuan rumah di negara sendiri dengan menjaga kualitas kiriman dengan baik dan selalu dipercaya masyarakat. Menurutnya, jika pelayanan baik dan pelanggan puas, maka perusahaan akan memperoleh keuntungan sekaligus keberkahan.

Demi menuju hal tersebut, Feri telah menyusun strategi yang membuat volume pengiriman bisa lebih jumbo dari saat ini yang mencapai 400.000 barang per hari atau 12 juta per bulan. Dia menargetkan suatu saat JNE mampu mengirimkan 1 juta barang per hari.

Tapi, tantangan untuk mengarah ke sana pun masih sangat besar. Selain membenahi SDM, jaringan, dan armada perusahaan, Feri bilang target ini perlu fakteor dukungan pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur.

Dia bilang bisnis e-commerce yang saat ini mulai menggeliat menjadi titik masuk bagi JNE untuk mewujudkan target perusahaan secepatnya. Saat ini, e-commerce menjadi salah satu kontributor terbesar dari perkembangan bisnis JNE setiap tahun.
Sambil menantikan berbagai pembangunan infrastruktur dari pemerintah, JNE berbenah di internal perusahaan.

Mulai tahun ini, JNE terus menambah jaringan outlet milik mitra atau agen di daerah, memperbaiki sistem teknologi informasi (IT), dan mulai menjajal untuk merangsek pasar luar negeri atau go international.

Selain itu, target yang paling penting dilakukan JNE adalah segera menjadi perusahaan terbuka dengan melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dengan masuk di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mengenai ambisi untuk berkiprah di luar negeri, Feri menuturkan bahwa hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya perusahaan jasa pengiriman luar negeri, seperti Hong Kong yang ingin masuk ke Indonesia, namun bingung mencari mitra. Ini menjadi peluang bagi JNE untuk bisa melebarkan sayap di negara lain.   

Perluas Pergaulan demi Keuntungan Bisnis
Selain bekerja, Mohammad Feriadi terbilang cukup sibuk di luar pekerjaannya sebagai orang nomor satu di PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Sederet hobi siap dilakoninya mulai dari berenang, bersepeda, memancing, hingga berkumpul bersama dengan pecinta motor gede (moge),

Khusus untuk kumpul dengan para penggemar moge ini, Feri bilang, tujuannya untuk menjalin hubungan baik dengan banyak orang, sekaligus memperluas pergaulan  yang bisa menguntungkan bisnis perusahaan. Selain lewat moge, Feri juga menyalurkan hasratnya bersosialisasi dengan banyak orang lewat aktivitasnya di Asosiasi Jasa Pengiriman (Asperindo) dengan menjadi anggota dewan etika.

Namun, seabrek aktivitasnya didalam dan di luar pekerjaan tak lantas menggerus waktu berkumpulnya bersama keluarga. Feri mengaku tetap meluangkan waktu untuk keluarga, terutama di akhir pekan atau malam hari sepulang dari kantor.

Biasanya, aktivitas bercengkrama bersama keluarga dilakukan dalam bentuk makan malam di luar rumah. "Saya memiliki dua putra. Anak saya sudah mulai remaja. Satu  berumur 20 tahun dan satu lagi berumur 12 tahun," ujarnya,

Upaya untuk selalu berkomunikasi dengan kedua putranya ini adalah untuk selalu mengingatkan nilai-nilai kebaikan dan agama yang dahulu selalu diajarkan oleh orangtuanya.

Feri mengaku selain kerja keras, kesuksesan yang diraih saat ini adalah buah dari menjalankan nasehat dan masukan dari orangtua yang pernah diajarkan saat dia masih kecil hingga remaja.
Dia mengatakan, sebagai seorang muslim yang taat, orangtuanya selalu ingin agar anak-anaknya jangan hanya menguasai ilmu duniawi tapi juga ilmu agama, agar memiliki nilai-nilai kebaikan dalam hidup. "Semua harus seimbang antara bergaul, berbisnis, hingga berbagi dengan sesama," ujarnya.

Sumber : Kontan.co.id
Loading...

Labels: Figur, JNE

Thanks for reading Mengenal Mohammad Feriadi, Bos Baru JNE. Please share this article.
ads

Share:

11 Komentar untuk "Mengenal Mohammad Feriadi, Bos Baru JNE"

Gausah mau keluar negri dulu pak, beresin aja dulu yang dalam negeri masih acakadut pengirimannya. Saya sebagai konsumen yg beberapa kali dikecewakan sangat menyayangkan biaya pengiriman dimahalin servisnya mines. Thanks.

Dibandingan jasa pengiriman lainnya, JNE termasuk yg MAHAL dgn kualitas yg sama saja

Bapak Muhammad Feriadi Yth, dokumen mobil milik saya yg dikirimkan oleh Abu Dzar Ghifari dari Jakarta ke Banda Aceh pada tanggal 31 Mei 2016 (nomor resi CKG6N00460384416) telah dihilangkan oleh JNE. Saya menderita rugi besar akibat penghilangan dokumen ini, karena mobil itu telah saya jual kapada orang lain dan ybs membatalkan transaksi dan meminta pengembalian uang setelah mengetahui dokumen itu hilang. Pengajuan klaim ganti rugi sangat rumit, kini sudah memasuki bulan ke tiga. Terkait kasus ini, somasi sudah dilayangkan oleh Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH. Mohon bantuan Bapak Feri utk menyelesaikan kasus ini, tentunya dengan tidak merugikan saya selaku pemilik barang. Terima kasih.

Pusat JNE Di Gresik Veteran tu Bagian Kirim CD Game Mesti Kirim Malam Gak Pada Kirim Pagi atau Siang Saya komplet Kalo Ga Mau tutup JNE kamu

Selamat utk JNE semoga bs jadi pilar penggerak roda perekonomian bangsa.

Barang dari bekasi ke malang,,sudah 2 minggu sampai sekarang belum datang",,payahhhh untung harga barang murah

Wahyu Masdani (no HP :08157909345)

Dokumen mobil saya no resi : BKIL600852044416 berupa STNK,BPKB,surat mutasi pengiriman dari Bekasi ke Wonosobo Jateng telah dihilangkan oleh pihak JNE ... saya sudah berulang kali menghubungi customer care.. Saya mendapatkan 3 kali klarifikasi dari JNE yang jawabannya sangat tidak memuaskan saya... klarifikasi ke :
1. pihak JNE bertanggung jawab akan koordinasikan mencari barang
2. pihak JNE menelpon saya bahwa barang sudah sampai Magelang
Kenyataannya setelah saya ke Magelang,posisi barang tidak ada di Magelang.
3. Pihak JNE mau berkomunikasi dengan pengirim (bapak Iwan B.K)
Terakhir tanggal 30 Desember 2016 saya hubungi customer JNE sudah menyatakan bahwa surat menyurat (STNK ,BPKB, Surat Mutasi) hilang..
saya merasa sangat dirugikan pihak JNE..
Mohon perhatian dari Bapak Feriadi untuk menyelesaikan masalah kami

@Wahyu Masdani. Saya ikut prihatin dg masalah Anda. Jika dokumen yg Anda kirim tsb diasuransikan, Anda tinggal mengurusnya melalui agen JNE di tempat Anda mengirimkannya dan selanjutnya pihak agen yg akan menangani proses ganti-rugi tsb. Oya yg berhak melakukan klaim adalah orang yg namanya tercantum sebagai pengirim dokumen.
Namun jika dokumen tsb tidak diasuransikan, maka Anda hanya mendapatkan ganti rugi 10x ongkos kirim.

Gau usah keluar negri dululah usahanya, didalem negri aja moncrot, banyak komplain.

Pantes BOBROK barang saya dengan nomer 3034297480006 sudah hampir 2 minggu nga ada kejelasn, sudah 5 kali telp customer service cuma bilang suruh tunggu "keluhan anda akan di proses!!!" smp pulsa abis udah 50 ribu ngomong sampe berbusa juga nga jelas barang saya ada dimana & gimana keadaannya.

parah.........

Sangat mengecewakan. Paket harusnya sampai tanggal 23 Juni pakai JNE YES
Tapi sudah lewat 2 hari tidak sampai
Setiap di telepon, Yg mengangkat beda-beda, mengatakan paket sudah dalam jadwal pengantaran
Tetapi sampai sekarang belum sampai
Tadi siang salah satu cistomer service atas nama LEO menjanjikan hari ini akan sampai tapi sampai malam gini belum
Ketika di telepon lagi, bilang nya beda lagi

Masa mengklaim kiriman handphone saya dikirim dari lampung ke solo rusak, dan dibenarkan pihak jne. apabila rusak akan dibenarkan oleh pihak jne. tapi kalau tidak bisa dibenarkan oleh pihak jne akan dikasih uang tunai 1,5 dan hp saya ditarik? itu buat saya rugi! itu namanya bukan asuransi, mending seusai harganya tapi ini tidak atau ganti hp saya saja, itu cukup! iphone 5s masih 2 jt kalau second! apalah ini, mending klaim duit dan hp saya tetap pegang... tolong pak dibenarkan lagi asuransinya, yang rugi konsumen...

- Komentar diluar topik tidak akan ditampilkan.
- Komentar dengan identitas akan lebih dihargai.