Kabar Gembira, JNE Akan Menambah Jumlah Agen Baru 15 Persen



Agen Baru JNE - Tidak bisa dipungkiri minat masyarakat Indonesia menjadi agen jasa pengiriman sangat banyak. Dari sekian puluh bahkan ratus perusahaan pengiriman ekspress, minat masyarakat akan mengerucut di sejumlah perusahaan tertentu saja. Salah satunya tentu saja JNE. 
JNE menambahkan jumlah agen baru 15%
Kegiatan di kantor pusat JNE (via Tempo.co)

Bahkan bisa dipastikan, jika mau disurvei, mayoritas orang ingin menjadi agen JNE. Betul tidak? Faktanya saja, JNE mendominasi jumlah pengiriman paket di Indonesia. Saat 2018 ini JNE mampu melayani pengiriman sebanyak 19 juta paket per bulan. Artinya, 600.000 paket dikirimkan setiap hari ke berbagai tujuan baik di dalam maupun luar negeri. (sumber)

Namun, untuk menjadi agen baru JNE juga tidak mudah. Karena bisa dikatakan tidak ada kota di Indonesia yang belum memiliki agen JNE. Keberadaan agen JNE sudah merata di seluruh Kabupaten dan Kecamatan di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Sehingga kesempatan menjadi agen baru agak terbatas, karena JNE mensyaratkan jarak tertentu antar agen. 

Kabar baiknya, catat ya, untuk tahun 2018 ini, JNE menargetkan pertumbuhan point of sales atau agen baru sebanyak 15% dari tahun sebelumnya. Kalau tahun 2017 jumlah agen JNE se Indonesia mencapai 6000 agen, dengan penambahan 15% berarti JNE akan menerima pendaftaran agen baru sebanyak 900 agen. Sehingga diperkirakan sampai akhir 2018 jumlah agen JNE mencapai sekitar 6900 agen. 

Hal ini diungkapkan bos JNE sendiri, Mohamad Feriadi, di sela acara agent gathering JNE di gedung Smesco, Pancoran, Jakarta Selatan, 4/8/2018. Menurutnya, sampai akhir tahun ini perusahaan menargetkan bakal menambah agen hingga 15 persen.

"Tahun ini target kami untuk pertumbuhan jaringan penjualan atau point of sales 10-15 persen," jelas Feriadi, seperti dikutip dari situs Tempo.co (4/8/2018).

Penambahan gerai baru pun menjadi salah satu acuan demi pertumbuhan volume pengiriman barang yang semakin meningkat, terutama dari sektor perdagangan elektronik (e-commerce). Pada semester I/2018 pertumbuhan pengiriman barang JNE mencapai 20% – 30%.

Menurut Feriadi, pengiriman sektor retail yang terus meningkat juga didorong dengan terus berkembangnya berbagai macam marketplace atau platform penjualan online. Termasuk juga mulai tumbuhnya penjual individu atau individual seller, yang menjual lewat Facebook atau Instagram.

Saat ini 70-80 persen pengiriman JNE didominasi oleh sektor ritel, sedangkan sisanya 20% berasal dari klien korporasi. Pengiriman dari sektor ritel ini setengahnya berasal dari ritel e-commerce atau marketplace dan setengahnya disumbang ritel offline.

Feriadi memprediksi jasa pengiriman dari sektor retail dari akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan marketplace tersebut, karena saat ini penetrasinya baru 3 persen, artinya potensinya masih sangat besar. Pada 2020 JNE menargetkan pertumbuhan penjualan lewat marketplace meningkat hingga 130 persen.

Dalam kaitan inilah penambahan gerai baru diperlukan. Meskipun JNE menyatakan siap menambahkan 15% gerai baru, namun kesempatan bagi masyarakat yang ingin bermitra tidak terlalu besar. Pasalnya sampai semester pertama 2018, sudah terdaftar 6800 jaringan agen. Berarti masih tersisa jatah untuk sekitar 100 agen baru sampai akhir 2018.

Menurut Head of Marketing Communication Division JNE Mayland Hendar Prasetyo, seperti dilansir Bisnis.com (31/7/2018), untuk menggenjot penambahan gerai baru tersebut, pihaknya ingin menggandeng online seller.

Pernyataaan tersebut menyiratkan JNE akan memprioritaskan agen baru bagi mereka yang potensial dalam kategori individual seller. Ini artinya bagi mereka yang berprofesi online seller berpeluang untuk menjadi agen baru JNE
Loading...

Labels: Agen JNE, JNE

Thanks for reading Kabar Gembira, JNE Akan Menambah Jumlah Agen Baru 15 Persen. Please share this article.
ads

Share:

0 Komentar untuk "Kabar Gembira, JNE Akan Menambah Jumlah Agen Baru 15 Persen"

- Komentar diluar topik tidak akan ditampilkan.
- Komentar dengan identitas akan lebih dihargai.