Cara Membaca Resi Pengiriman JNE


Ketika Anda kirim paket, pernah memperhatikan dengan teliti keterangan apa saja yang tercantum didalam resi pengiriman yang Anda terima? Kalaupun pernah, mungkin hanya sekilas saja dan bisa jadi tidak semuanya Anda pahami. Saya kira sebagian besar pengirim paket tidak begitu peduli dengan isi resi yang diterimanya, apalagi mengecek kesuaian dengan paket yang dikirimnya. Bahkan tidak jarang resi tersebut tidak disimpan dengan baik, digeletakkan begitu saja di sembarang tempat.

Cara membaca resi pengiriman JNE

Nah, jika Anda punya kebiasaan tidak peduli dengan apa yang tertera dalam resi yang Anda terima dari petugas jasa pengiriman, sebaliknya mulai sekarang tidak lagi. Saat Anda menerima resi, segera cek dan pastikan bahwa apa yang tertera di resi tersebut sudah benar keterangannya.

Mengapa? Karena sebagai manusia, bisa saja si pengirim paket maupun petugas yang menginput resi, melakukan kesalahan yang tak disengaja atau disadari.

RESIKO RESI YANG TIDAK DITELITI 

Bagian yang penting dari sebuah resi bukan hanya nomer resi yang tertera, namun juga kesesuaian antara informasi paket yang dikirim dengan keterangan yang tercantum di resi. Kenapa hal ini penting?

Jika Anda tidak mengoreksi isi resi sama saja artinya Anda menyetujui semua keterangan yang tercetak di resi. Artinya, jika terjadi kesalahan Anda pun tidak bisa membela diri karena yang jadi patokan adalah apa yang tercetak di resi. Kalau kesalahan itu kecil mungkin tidak menjadi masalah, tapi jika Anda sedang apes, bisa jadi hal yang kecil jadi masalah besar.

Sebagai contoh, Anda mengirimkan paket berisi ponsel dengan asuransi dan paking kayu. Ternyata si petugas jasa pengiriman teledor tidak mencantumkan keterangan tersebut. Ketika terjadi masalah dengan paket tersebut, katakan hilang atau isinya tidak sesuai dengan yang dikirim, bisa dipastikan akan terjadi masalah pada saat Anda melakukan klaim asuransinya.

Contoh lain, saat menulis nomer HP penerima paket tanpa Anda sadari ada beberapa angka yang keliru, dan kebetulan saat kurir mengantarkan paket ke alamat tujuan, tidak ada yang menerimanya. Kurir yang mencoba menghubungi HP si penerima akan diangkat oleh orang lain, kurir yang berhati-hati akan menunda pengantaran paket tersebut sampai memastikan ada klarifikasi soal nomer HP yang salah ini dari pengirim paket. Bahkan bisa jadi si kurir akan curiga dengan isi paket Anda! Karena sekarang banyak kasus penyalahgunaan pengiriman paket berisi barang yang terlarang.

Yang lebih konyol,  Anda salah menulis nama kota tujuan paket, maka petugas pun akan salah mencantumkannya di resi. Jelas paket tersebut tidak terantar atau akan salah kirim. Kasus ini benar pernah terjadi, dan mungkin ada dari Anda yang pernah mengalaminya. Jika Anda sempat meneliti resi yang Anda terima, ada kemungkinan Anda segera menyadari kesalahan penulisan nama kota.

Jika Anda sebagai konsumen yang mengirimkan paket, jangan segan memprotes jika ada info penting yang salah atau belum tercantum dalam resi, seperti : keterangan asuransi, paking, jumlah paket (jika ada lebih dari satu item untuk tujuan yang sama), nama barang, merk dan tipe ponsel, berat paket sebenarnya.

ANATOMI RESI PENGIRIMAN

Dari sebuah resi pengiriman, terdapat banyak informasi terkait paket yang dikirim oleh konsumen. Namun sayangnya, meskipun sudah ada SOP dari pihak perusahaan tentang cara pengisian sebuah resi, dalam praktiknya sering tidak dilakukan secara lengkap. Ada beberapa info penting yang seharusnya diinput tapi tidak dilakukan.

Berikut contoh resi dari jasa pengiriman JNE. Saya ambil contoh JNE karena info yang tercantum di resinya tergolong lengkap dan jasa pengiriman JNE yang paling banyak digunakan konsumen di Indonesia. Resi JNE termasuk sebagai e-connote (e-consignment note) alias resi yang dicetak secara elektronis dan datanya dapat ditelusuri secara online.

Anatomi resi pengiriman JNE.
Anatomi resi JNE
Berikut penjelasan resi JNE :

1. Menunjukkan nama agen JNE yang menerbitkan resi.
2. Data pengirim paket, yang terdiri nama, alamat dan nomer telepon/HP, kode pos.
3. Data penerima paket, yang terdiri nama, alamat dan nomer telepon/HP, kode pos.
4. Instruksi khusus terkait paket yang dikirim. Misalnya keterangan : Diambil sendiri, ada tidaknya asuransi dan paking kayu (ini artinya jika terjadi masalah dengan paket, merupakan resiko pengirim).
5. Keterangan isi paket, misalnya kosmetik, parsel, dll. berdasarkan kategori/jenis barang.

Pada jasa pengiriman lain, ada yang mencantumkan nama barang sebenarnya, misalnya bedak (bukan kosmetik), stang seher (bukan Sparepart).

Jika paket Anda berupa barang mahal, seperti ponsel, sebaiknya minta disebutkan dalam resi merk dan tipe ponselnya secara spesifik.

6. Jenis layanan, dalam hal ini Regular (Reg).
7. Berat dan atau volume paket. Jika paket lebih dari satu untuk alamat penerima yang sama, harus dipastikan jumlahnya benar. Jika ada dua item paket harus ditulis 2, jangan sampai petugas jasa pengiriman khilaf hanya ditulis 1.
8. Nomer resi paket, berupa barcode dan rangkaian angka dan huruf.
9. Keterangan ongkos kirim paket. Jika ada biaya asuransi harus ada keterangan dibawahnya.
10. Keterangan nama petugas yang menerbitkan resi, tanggal dan waktu resi dicetak.
11. Tanda tangan penerima paket.

Demikian cara membaca resi pengiriman JNE yang perlu Anda ketahui sebagai konsumen. Sempatkan sedikit waktu untuk meneliti resi yang Anda terima untuk mencegah kesalahan yang dapat merugikan Anda.
loading...

- Komentar diluar topik tidak akan ditampilkan.
- Komentar dengan identitas akan lebih dihargai.

Back To Top