Pandu Logistics Incar Pasar Ritel, Persaingan Bisnis Kurir Bakal Makin Ketat


Pandu Logistics Incar Pasar Ritel Bisnis Kurir - Seperti diberitakan portal Republika Online, salah satu pelaku bisnis kurir, Pandu Logistics, kini fokus menggarap sektor ritel. Targetnya pun tidak bisa dianggap kecil. Yaitu mengincar minimal 10% pangsa pasar bisnis kurir pada tahun pertama. Target ini akan ditingkatkan pada tahun berikutnya.
Pandu Logistics incar pasar ritel bisnis kurir.
Pandu Logistics selama ini dikenal sebagai pemain kuat untuk pasar perusahaan (B to B) nasional maupun multinasional lebih dari 22 tahun. Klien Pandu Logistics bisa dikelompokkan ke dalam bidang heavy equipment (misalnya Komatsu), telko (misalnya Ericcson), bank (misalnya BRI), dan food manufacturing consumer good (misalnya Nestle). Menurut laporan Swa tahun 2012, disebutkan bahwa 90% klien Pandu Logistics adalah perusahaan multinasional dan hanya 5% untuk ritel. Setiap hari Pandu Logistics mendapatkan 30.000 transaksi, dengan omset setiap tahun berkisar Rp 300- 500 miliar dengan kurang lebih 350 sales point di seluruh Indonesia.

Padahal awalnya, sejak tahun 1992, Pandu Logistik sudah hadir untuk melayani jasa pengiriman untuk small parcel dan dokumen bagi masayarakat Indonesia. Lima tahun tahun kemudian Pandu sudah ekspansi bisnis ke warehousedan bisa dikatakan mempunyai layanan lengkap untuk perusahaan logistik, baik untuk pasar domestic maupun internasional. Meskipun begitu, porsi kurir melalui jalur udara masih menjadi unggulan dengan kontribusi 60%.

Kini, Pandu Logistics  yang berada di bawah bendera PT Pandu Siwi Sentosa melebarkan sayap bisnisnya  ke sektor ritel dengan mendirikan lini bisnis Pandu Express sejak tahun 2014.

Lalu apa pertimbangan masuk ke ceruk ritel yang hiruk pikuk oleh persaingan yang ketat ini? Sektor bisnis ritel online yang tengah berkembang pesat dengan dukungan internet disebut-sebut sebagai faktor pemicunya.

Menurut Direktur Utama Pandu Logistics, Jimmi Krismiardhi, Senin (6/7/2015), perusahaannya melirik sektor ritel karena kue bisnis sektor ritel cukup menggiurkan.

Mengutip data Frost and Sullivan,  Jimmi  menyebutkan pasar logistik sangat besar. Data tahun  2014, jumlahnya secara total Rp 1.810,6 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 1.385  triliun dikelola sendiri (hidden logistics), sisanya sekitar Rp 425  triliun dikelola pihak ketiga (perusahaan logistik dan kurir).

Dalam enam tahun terakhir (2008-2014), bisnis logistik  tumbuh rata-rata 13,7 persen per tahun. Tahun 2015-2019, bisnis logistik diperkirakan tumbuh rata-rata 15,2 persen per tahun. "Tahun 2014 pasarnya mencapai Rp 1.801 triliun, tahun 2015 diperkirakan mencapai Rp 2.086 triliun, sedangkan tahun 2019 diproyeksikan menembus Rp 3.680 triliun," paparnya.

Jimmi menyebutkan, khusus untuk pasar courier and express, pada priode 2010-2015 pasarnya diperkirakan mencapai lebih dari Rp 60 triliun per tahun. "Potensi bisnis courier and  express makin kencang dengan semakin maraknya bisnis online (e-commerce)," ujarnya.

Menurutnya, pertumbuhan bisnis online luar biasa dan hal itu sangat mendorong peningkatan pasar ritel. Kemajuan teknologi komunikasi, khususnya gadget, sangat membantu masyarakat yang anti ribet dan macet untuk lebih memanfaatkan belanja secara online. "Makin banyak masyarakat yang bermigrasi dari pola belanja konvensional (toko atau mal) ke belanja online," tuturnya.

Dengan gemuruh kue bisnis kurir tersebut, Pandu Logistics memasang target omset 10 % atau sekitar Rp 6 triliun untuk tahun ini. Untuk mencapai target itu, Pandu Logistics membangun jaringan  sales counter Pandu Express di berbagai daerah di seluruh Indonesia. "Tahun 2015 kami menargetkan membuka 600 sales counter Pandu Express di seluruh Indonesia," ujarnya.

Hingga Juni 2015, jumlah yang sudah terealisasi mencapai 227 sales counter yang tersebar di Jadebotabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan,  Makassar, dan Denpasar.

Jimmi  menjelaskan, bisnis courier and express adalah menjalankan kepercayaan konsumen. "Dari satu pulau ke pulau lain, dari satu kota ke kota lain, semua itu kami  layani dengan baik. Hal itu dimungkinkan, karena Pandu Logistics mempunyai kapasitas dan teknologi yang memadai," ujarnya.

Menurutnya, Pandu Logistics didukung oleh sumber daya manusia (SDM) di bidang information technology (IT) yang sangat baik. "Mereka mampu mengembangkan sistem IT yang sangat mendukung operasional Pandu Express jadi aman dan mudah sesuai harapan konsumen," tuturnya.
Untuk itu, Pandu Express didukung oleh sistem IT yang bernama Pandu Logistic Integrated Solution System (PLISS).

PLISS mempunyai titik transit (checkpoint). "Sejak barang atau dokumen dikirim hingga tiba di tempat tujuan, kami melewati sembilan titik transit, sehingga perjalanan  barang atau dokumen tersebut selalu terpantau," paparnya.
Pandu Express juga menerapkan kebijakan SMS care kepada nasabahnya. "Sebelum mengirimkan barang atau documen, kami menginformasikan hal tersebut terlebih dahulu kepada calon penerima," ujarnya.

SHIP TO SAVEYang paling baru, Pandu Logistics menggelar program sosial 'Ship to Save'. Program ini adalah berupa pengumpulan dana yang dipungut secara otomatis dari nilai transaksi pelanggan. Dana sedekah yang disisihkan sebesar 5 persen berasal dari omset Pandu Express untuk seluruh pengiriman melalui jaringan outlet-outlet ritelnya.

Selain itu, jika masyarakat ingin bersedekah langsung, bisa dengan cara menitipkan barang berupa pakaian layak pakai atau barang-barang lain maupun dalam bentuk uang tunai melalui Pandu Logistics tanpa harus membayar jasa pengiriman itu sendiri.

Nantinya hasil dana yang terkumpul di program 'Ship to Save' akan disalurkan dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang dikelola  PPPA Daarul Qur'an. 

Dengan terobosan ini bukan tidak mungkin ketertarikan masyarakat untuk menggunakan jasa pengirimanan Pandu Express akan meningkat. Pada akhirnya tingkat persaingan antar jasa pengiriman akan semakin ketat. Jasa kurir dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumennya. Jika tidak maka siap-siap ditinggal pelanggannya. Bagi konsumen sendiri, semakin banyak pelaku bisnis kurir, tentunya menguntungkan karena semakin banyak pilihan.
loading...

Labels: Pandu Logistics, Peluang Usaha

Thanks for reading Pandu Logistics Incar Pasar Ritel, Persaingan Bisnis Kurir Bakal Makin Ketat. Please share this article.

Share:

0 Komentar untuk "Pandu Logistics Incar Pasar Ritel, Persaingan Bisnis Kurir Bakal Makin Ketat"

- Komentar diluar topik tidak akan ditampilkan.
- Komentar dengan identitas akan lebih dihargai.

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online