Mata Rantai Pengirimanan Sebuah Paket


Mata Rantai Pengiriman Sebuah Paket - Barangkali tidak banyak yang peduli dengan proses distribusi sebuah paket yang dikirim dari agen/gerai di suatu daerah sampai mencapai alamat tujuan paket. 
Mata rantai pengiriman sebuah paket.
Secara umum beginilah proses sebuah pengiriman paket yang bermula dari para agen/gerai di suatu daerah. Dari semua paket yang diterima oleh agen/gerai jasa pengiriman nantinya akan dikumpulkan bersama dengan paket yang dikirim melalui agen lainnya. Biasanya pihak cabang atau perwakilan di kota tersebut akan mengambil paket di setiap agen secara rutin pada setiap hari kerja.

Di kantor cabang paket-paket tersebut dikelompokkan sesuai daerah tujuan, dan selanjutnya dibungkus jadi satu dalam bungkus yang besar, seperti karung plastik jumbo. Ini untuk paket kecil. Sedangkan paket yang berukuran dos akan ditumpuk dengan dos lain. Paket-paket tersebut selanjutnya dikirimkan ke Cabang regional (propinsi). Dari sini paket dari berbagai daerah tersebut didistribusikan ke berbagai kota/provinsi tujuan paket baik melalui armada darat, laut dan udara.

Di setiap propinsi tujuan, pihak Cabang regional akan menerima kiriman paket dari Cabang regional lain, lalu mendistribusikan ke Cabang-cabang di berbagai kota di propinsi tersebut. Berikutnya pihak kantor cabang di setiap kota, melalui para kurirnya, akan mengantarkan paket-paket tersebut ke alamat tujuan.

Jadi ada mata rantai perjalanan yang cukup panjang dari sebuah paket yang dikirim oleh konsumen bisa sampai diterima oleh pihak penerima. Gambarannya sebagai berikut :

KONSUMEN > AGEN/GERAI > CABANG > CABANG REGIONAL > CABANG2 REGIONAL > CABANG > PENERIMA

Proses pengiriman barang atau paket dari tingkat agen/gerai/counter sampai tiba di alamat tujuan ini melalui beberapa transisi dari satu tempat ke tempat lain, dari manusia satu ke manusia lain, dari hari ke hari berikutnya dan dari satu armada ke armada berikutnya yang cukup panjang dan memerlukan manajemen yang baik, agar paket tiba dengan kondisi baik dan tidak nyasar ke alamat tujuan yang salah.

Transisi Tempat
Paket-paket yang diterima oleh para agen/gerai di suatu daerah akan diambil oleh pihak Cabang, lalu dikirim ke Cabang Regional (biasanya di tingkat propinsi), lalu dikirim ke Cabang Regional di propinsi yang menjadi tujuan paket. Dari Cabang Regional di propinsi tujuan, paket lalu disebar ke Kantor Cabang di berbagai kota tujuan. Baru selanjutnya oleh para kurir, paket-paket tersebut diteruskan ke alamat tujuan. Dari sini terlihat perjalanan sebuah paket setidaknya mengalami 5 kali transisi atau perpindahan tempat sebelum akhirnya sampai di alamat tujuan.

Transisi Manusia
Di setiap transisi tempat tadi tentunya yang menangani adalah manusia. Jadi 5 kali transisi tempat berarti juga berpindahan paket dari satu manusia ke manusia lain yang sangat mungkin mempunyai perilaku dan kebiasaan yang berbeda juga. Ada yang hati-hati, ada yang kasar sikapnya.

Transisi Armada
Dari tempat paket dikirim konsumen sampai ke alamat tujuan, paket-paket tersebut tidak langsung dikirim menggunakan moda transportasi yang sama, melainkan berbeda armada dan jenisnya. Hampir tidak mungkin paket dari Jakarta dengan tujuan ke berbagai daerah di Jawa Timur misalnya, diangkut menggunakan armada yang sama, karena hal ini tidak efisien. Setiap hari paket-paket yang diterima agen/gerai akan diambil oleh pihak Cabang setempat menggunakan mobil box, lalu pihak Cabang akan mengelompokkan tujuan paket dan selanjutnya menerbangkan paket-paket tersebut dengan pesawat ke propinsi tujuan paket. Di tingkat propinsi pihak Cabang regional akan menjemput paket-paket tersebut di bandara setempat, lalu meneruskannya ke berbagai kota tujuan paket di wilayahnya menggunakan armada mobil box.

Jika suatu kota jaraknya cukup jauh dari ibukota propinsi dan mempunyai prospek yang baik, biasanya kota tersebut dijadikan Cabang utama sekaligus tempat transit bagi cabang-cabang di kota di sekitarnya. Sebagai contoh kantor Cabang Tiki dan JNE di Jember berfungsi sebagai Cabang utama bagi cabang di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Jadi paket yang diterima dan dikirim oleh cabang di Banyuwangi dan Bondowoso tidak langsung dikirim ke Cabang regional di Surabaya, tetapi dikumpulkan dulu di Jember, baru kemudian diteruskan ke Surabaya. Mengapa? Selain jarak dari Banyuwangi cukup jauh dari Surabaya, juga volume pengirimannya tidak terlalu banyak.

Transisi Waktu
Pada saat paket diserahkan ke agen/gerai untuk dikirimkan ke suatu tujuan, bisa dipastikan kondisinya masih mulus dan rapi. Tapi dalam perjalanan paket tersebut yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu manusia ke manusia lain yang bertugas menangani paket, melewati hari ke hari antara 2 sampai 6 hari - tergantung lokasi tujuan - dan mungkin juga menghadapi cuaca yang berbeda, sangat mungkin ketika sampai tujuan dan diterima oleh pihak penerima, kondisi paket tidak semulus pada saat pertama diserahkan ke agen/gerai di tempat pengiriman. Sebagian paket lecet bungkusnya, penyok, atau yang lebih parah, isinya pecah atau rusak.      

Dengan memahami mata rantai perjalanan yang dilalui sebuah paket ini mungkin kita bisa lebih mengerti bahwa ada sebuah proses panjang dan melalui beberapa transisi yang tidak mudah bagi para pelaku usaha jasa pengirimanan untuk mengantarkan sebuah paket yang dikirimkan dari suatu tempat ke tempat lainnya di kota, propinsi bahkan pulau yang berbeda. Setiap hambatan dari  mata rantai tersebut akan membawa konsekuensi berupa keterlambatan waktu pengiriman paket yang bisa membuahkan omelan dan bahkan caci maki dari pihak konsumen, meskipun tidak seluruhnya merupakan kesalahan dan tanggungjawab pihak penyedia jasa layanan.
Loading...

Labels: Kurir

Thanks for reading Mata Rantai Pengirimanan Sebuah Paket. Please share this article.
ads

Share:

0 Komentar untuk "Mata Rantai Pengirimanan Sebuah Paket"

- Komentar diluar topik tidak akan ditampilkan.
- Komentar dengan identitas akan lebih dihargai.