Agar Ongkos Kirim Efisien, Pahami Batas Toleransi Kelebihan Berat Paket


Agar Ongkos Kirim Efisien, Pahami Batas Toleransi Kelebihan Berat Paket - Ketika kita akan mengirim paket biasanya barang yang akan dikirim telah dikemas secara rapi dalam sebuah kotak atau dus yang cukup kuat untuk melindungi isinya. Seringkali orang berlebihan dalam menggunakan kemasan untuk membungkus barang yang akan dikirim. Selain memakai dus yang tebal dan lebih besar dari barang, didalamnya masih dijejali berbagai macam potongan kardus.Mungkin alasannya demi keamanan barang dari benturan. Bahkan yang lebih konyol, tidak jarang isi paket ditambah berbagai barang lain (biasanya bahan makanan), sehingga tanpa sadar membuat paket menjadi berat.  

Agar ongkos kirim murah, jangan berlebihan mempacking paket sehingga berat paket melebihi batas toleransi 300gram. 

Ketika ditimbang di agen pengiriman, ongkos kirimnya ternyata lebih mahal dari perkiraan. Lalu untuk mengurangi ongkos, dusnya terpaksa dibuka lagi, dan sebagian isinya dikurangi!

Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa berat paket yang akan dikirim ada batas toleransinya. Yaitu maksimal 300 gram dari berat paket. Seperti diketahui berat paket pada umumnya dihitung per kilogram. Jika berat total paket adalah 1400 gram (1,4kg), maka paket tersebut akan dihitung (dibulatkan jadi) 2 kg. Tapi kalau berat total paket 1200 gram atau 1300 gram, dihitung 1 kg. 

Tentunya mubazir jika gara-gara kelebihan berat 100 gram, kita harus membayar ongkos kirim 2 kali lipatnya. Masih mending kalau tujuan paketnya hanya antar kota, perbedaan ongkos kirimnya tidak terlalu berat.Tapi jika tujuan paket adalah luar pulau, seperti dari Jakarta kirim ke Timika (Papua), yang ongkos kirim per kilonya hampir Rp 100 ribu, pasti terasa berat, bukan?

Perlu diketahui tidak semua perusahaan jasa kurir menerapkan toleransi sebesar 300 gram. Agen kurir/cargo yang menerapkan kebijakan toleransi 300 gram ini antara lain JNE dan TIKI. Untuk agen kurir lain sebaiknya ditanyakan dulu sebelumnya, sehingga kita bisa mengantisipasi dengan mempacking paket secara efisien.

Biasanya toleransi paket ini hanya berlaku untuk paket yang perhitungannya per kg, sedangkan untuk paket/dokumen tujuan luar negeri tidak ada istilah toleransi berat paket. Karena paket ke luar negeri hitungan ongkos kirimnya bukan per kg, tapi per gram. 

Jadi kalau kirim paket sebaiknya ditimbang dulu berat netto barang yang akan dikirim, kemudian dipikirkan menggunakan dos yang beratnya jangan melebihi 300 gram dari berat total paket. Dengan berat paket tidak melebihi batas toleransi 300 gram, maka ongkos kirim pun menjadi lebih murah.
loading...

- Komentar diluar topik tidak akan ditampilkan.
- Komentar dengan identitas akan lebih dihargai.

Back To Top